Strategi East Ventures Sebagai Investor

east ventures investor

Sebagai investor yang besar di Indonesia, East Ventures memiliki strategi tersendiri dalam menangani startup-startup yang dibiayainya. Di Indonesia, mereka menggunakan metode yang cocok. Sebab, keadaan di Indonesia atau di Jakarta itu worst scenario, berbeda dengan di Singapura atau Jepang. Yang terjadi di Jakarta selalu harus diwanti-wanti pencegahan dan penyelesaian masalahnya. Indonesia masih banyak hal yang tidak efisien dalam pengerjaannya, maka mereka membantu hal-hal tersebut menjadi efisien. Dalam menangani startup di Indonesia, mereka punya strategi sendiri seperti :

Memilih Founder yang Jago

Menurut East Ventures, memilih founder yang jago adalah salah satu langkah awal untuk mendapatkan perusahaan startup yang menjanjikan. Jika founder jago, pintar, dan cerdas, maka produk yang dimiliki sudah pasti bagus.

Bantu Mentorship di Awal

East Ventures juga memiliki komunitas dan mengadakan mentorship kepada para founder. Cara-cara yang diterapkan adalah dengan sedikit memberi tahu apa yang harus dilakukan, fokus kepada menghindari kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi. Dengan begitu, para founder dapat mengembangkan idenya tanpa harus tergantung kepada para investor dan meminimalisir kesalahan sehingga perusahaannya lebih cepat meraih kesuksesan.

Baca Juga : Startup yang Dibiayai Oleh East Ventures

Product/Market Fit

Spesialisasi East Ventures adalah product/market fit – membangun ide dan mengembangkannya sampai menjadi produk yang masuk ke pasar Indonesia. Perusahaan ini adalah early stage seed capital, mengarahkan hingga dapat membuat produk. Jika produk berkembang, investornya bernama growth stage startup investing. Ada juga investor yang melakukan initial publik offering (IPO).

Fokus ke Hulu

Namun, East Ventures fokus ke hulu, di fase paling awal. Mereka membantu para startup bagaimana membuat produknya cocok di pasar. Salah satu caranya adalah dengan melakukan mentorship. Setelah mendapatkan mentorship, para CEO dapat mengembangkan bisnis dengan caranya sendiri namun tetap dibimbing dari belakang oleh perusahaan pemodal tersebut. Success ratio perusahaan ini cukup besar, failure rationya 20%. Dari 5 startup yang diinvestasi, hanya 1 mati. Menurut mereka, semakin tinggi failure ratio, semakin bagus. Artinya investornya semakin high risk. Seperti yang dialami oleh Silicon Valley, mereka menginvestasi 10, 9nya mati. Hal tersebut dinilai bagus sebab berarti mereka berani berinvestasi high risk.

Strategi-strategi yang digunakan oleh East Ventures adalah strategi yang berbeda dibanding dengan investor lain. Sebab, mereka telah memiliki 70 CEO, portofolio, dan studi kasus yang banyak sehingga lebih mahir dalam menghadapi dan menghindari masalah di dalam startup. Mereka juga dapat melihat mana bisnis yang menjanjikan di masa depan, mana yang akan stagnan langkahnya. Founder yang cerdas adalah kunci dari sebuah startup yang sukses. Sebab kecerdasan mereka akan membantu di kala perusahaan menemui kesulitan, pasti mereka memiliki solusi yang sederhana namun sangat berguna untuk membantu perusahaannya berdiri kembali.

0 I like it
0 I don't like it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *